PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM ISLAM
“Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepa-danya” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Pengertian sehat badannya dari hadits di atas merupakan cerminan dari sehat jasmani, damai di hatinya, merupakan gambaran dari rohani yang sehat dan punya makanan untuk sehari-harinya, merupakan wujud dari kesejahteraan di bidang sosial atau sehat social. Dari hadits ini dapat kita pahami bahwa yang namanya sehat itu, bukan hanya misalnya seseorang yang terbebas dari berbagai penyakit atau cacat, tetapi arti sehat mengandung pengertian yang sangat luas dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam sebuah kondisi yang stabil antara aspek jasmani, rohani, sosial dan lingkungan di mana dia berada. Sehingga wajar kalau Rasulullah mengatakan bahwa seseorang yang benar-benar berada dalam kondisi sehat, maka seolah-olah dunia dan isinya ini adalah miliknya.
Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya kemampuan. Dengan kemampuannya itu, ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Disamping itu, ia memiliki peluang yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin, terutama dalam aktivitas ibadah dan mu’amalah agar menjadi abdi Allah yang taat dan anggota masyarakat yang bermanfaat bagi sesama.
Islam menganggap bahwa kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT. yang paling besar. Orang yang didera oleh keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan. Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiyar mencari obatnya, tentu orang harus menyiapkan biaya yang tidak bias diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang didapatnya, agar pemberian Allah kepadanya semakin bertambah.
Dalam agama kita diperintah oleh Rasulullah saw. agar berdoa minta dianugerahi dua kesehatan, yakni kesehatan agama dan kesehatan dunia. Beliau SAW. bersabda:
“Mintalah (kalian) kepada Allah keyakinan dan kesehatan, karena tidak ada (nikmat) yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang lebih baik dari pada kesehatan setelah keyakinan” (HR. Ahmad)
Salah satu sarana untuk memelihara kesehatan yaitu dengan menjaga kebersihan. Kitab-kitab fiqh kita dalam babbabnya senantiasa diawali oleh bab yang berjudul Thaharah(bersuci). Di dalam berwudlumisalnya,dibersihkanlah bagian-bagian anggota tubuh yang sering terkena kotoran, keringat, debu seperti wajah (termasuk hidung dengan cara istinsyaq/ memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya dan mulutdengan cara madhmadhah/ berkumur), kedua tangan, kedua kaki, kepala dan kedua telinga. Rasulullah SAW. menganjurkan ummatnya untuk mandi, terutama pada hari Jum’at, beliau menganjurkan gosok gigi/ bersiwak, memotong rambut,memotong kuku dan lain-lain.
Tempat-tempat penting seperti masjid dan sebagainya,haruslah menjadi contoh dalam hal perhatian pada kebersihan dan kesehatan ini. Kebersihan tempat mandi,tempat wudlu/WC, tempat sepeda, tempat sandal, tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama. Tempat mandi dan wudlu sedapat mungkin dipisahkan dengan jamban, mengingat jamban merupakan tempat najis, sedangkan pemeliharaannya kadang-kadang diabaikan orang.
Demikianlah sebagian dari pandangan Islam tentang bagaimana memelihara kesehatan, semoga menjadi pemacu dan pemicu bagi kita semua agar tetap peduli terhadap kesehatan diri kita sendiri, keluarga kita, jiran tetangga dan seluruh ummat manusia. Semoga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua, sehingga kita selalu berada dalam dekapan ridha-Nya. Aamiin







0 comments:
Post a Comment