Thursday, 22 February 2018

PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM ISLAM


PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM ISLAM



“Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepa-danya” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Pengertian sehat badannya dari hadits di atas merupakan cerminan dari sehat jasmani, damai di hatinya, merupakan gambaran dari rohani yang sehat dan punya makanan untuk sehari-harinya, merupakan wujud dari kesejahteraan di bidang sosial atau sehat social. Dari hadits ini dapat kita pahami bahwa yang namanya sehat itu, bukan hanya misalnya seseorang yang terbebas dari berbagai penyakit atau cacat, tetapi arti sehat mengandung pengertian yang sangat luas dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam sebuah kondisi yang stabil antara aspek jasmani, rohani, sosial dan lingkungan di mana dia berada. Sehingga wajar kalau Rasulullah mengatakan bahwa seseorang yang benar-benar berada dalam kondisi sehat, maka seolah-olah dunia dan isinya ini adalah miliknya.
Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya kemampuan. Dengan kemampuannya itu, ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Disamping itu, ia memiliki peluang yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin, terutama dalam aktivitas ibadah dan mu’amalah agar menjadi abdi Allah yang taat dan anggota masyarakat yang bermanfaat bagi sesama.
Islam menganggap bahwa kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT. yang paling besar. Orang yang didera oleh keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan. Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiyar mencari obatnya, tentu orang harus menyiapkan biaya yang tidak bias diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia  harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang didapatnya,  agar pemberian  Allah kepadanya semakin bertambah.
Dalam agama kita diperintah oleh Rasulullah saw. agar berdoa minta dianugerahi dua kesehatan, yakni kesehatan agama dan kesehatan dunia. Beliau SAW. bersabda:

“Mintalah (kalian) kepada Allah keyakinan dan kesehatan, karena tidak ada (nikmat) yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang lebih baik dari pada kesehatan setelah keyakinan” (HR. Ahmad)
Salah   satu   sarana   untuk   memelihara   kesehatan   yaitu   dengan   menjaga kebersihan.  Kitab-kitab  fiqh  kita dalam  babbabnya senantiasa diawali  oleh bab yang   berjudul Thaharah(bersuci).   Di   dalam berwudlumisalnya,dibersihkanlah  bagian-bagian  anggota  tubuh  yang  sering  terkena  kotoran, keringat, debu seperti wajah (termasuk hidung dengan cara istinsyaq/ memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya dan mulutdengan cara madhmadhah/ berkumur),  kedua  tangan,  kedua  kaki, kepala  dan kedua telinga. Rasulullah  SAW.  menganjurkan  ummatnya  untuk  mandi,  terutama  pada  hari Jum’at, beliau menganjurkan gosok gigi/ bersiwak, memotong rambut,memotong kuku dan lain-lain.
Tempat-tempat  penting  seperti masjid  dan  sebagainya,haruslah  menjadi contoh  dalam  hal  perhatian  pada  kebersihan  dan  kesehatan  ini.  Kebersihan tempat  mandi,tempat  wudlu/WC,  tempat  sepeda,  tempat  sandal,  tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama. Tempat mandi dan  wudlu  sedapat  mungkin  dipisahkan  dengan  jamban,  mengingat  jamban merupakan    tempat    najis,    sedangkan    pemeliharaannya  kadang-kadang diabaikan orang.
Demikianlah sebagian dari pandangan Islam tentang bagaimana memelihara kesehatan, semoga menjadi pemacu  dan  pemicu  bagi  kita semua agar tetap peduli terhadap kesehatan diri  kita sendiri, keluarga  kita, jiran tetangga dan seluruh ummat manusia. Semoga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua, sehingga kita selalu berada dalam dekapan ridha-Nya. Aamiin

0 comments:

Post a Comment