IMAN DAN AMAL SHALEH
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman
dan beramal shaleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk” (QS. Al-Bayyinah)
Iman adalah bagian yang
paling esensial dalam ajaran Islam.
Bahkan ke-sempurnaan iman merupakan barumeter kesempurnaan beragama. Abul A’la
Al-Maududi, seorang pemikir Islam menerangkan bahwa, “Hubungan
antara iman dengan Islam, laksana pohon dengan urat/ akarnya. Tidak mungkin
pohon bisa tumbuh dan berkembang tanpa akar. Demikian juga, tidak mungkin
seseorang akan menjadi Muslim tanpa memiliki iman”.
Iman
dan ibadah ibarat benih dan buahnya. Benih yang bagus harus dapat menumbuhkan
pohon dengan kwalitas buah yang terjamin. Dan begitu juga sebaliknya, buah yang
berkwalitas akan mampu menjadi benih di masa mendatang. Daur ulang kedua inilah
yang nantinya akan menaikkan kwalitas keduanya. Dengan peningkatan yang
berkesinambungan antara iman dan ibadah ini secara bertahap akan mampu
menaikkan derajat ketaqwaan kita kepada Allah sehingga, kita menjadi seorang
mukmin yang sempurna. Iman semacam inilah yang kita harapkan mampu meredusir
keinginan dan syahwat serta maksiat, sehingga ketaatan kita kepaa Allah semakin
mantap. Ketika kita merasa yakin kepada
Allah swt, maka kepasrahan kita kepada-Nya akan semakin total. Pada saat inilah
kita mencapai pada satu tingkat yang disebut para sufi dengan ketakukan (khauf)
dan harapan (raja’).
Amal
shaleh atau amal kebajikan merupakan perbuatan yang tidak saja memberikan
kemanfaatan bagi sipelakunya, tetapi amal shaleh juga mendatangkan kebaikan dan
kemanfaatan bagi orang lain. Kenapa demikian? Karena amal shaleh ti-dak hanya
sebatas perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan ibadah ritual seperti,
shalat, puasa, zakat, haji dan amalan-amalan lainnya seperti doa, dzikir,
i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an dan
sebagainya, namun kegiatan-kegiatan seperti bersedekah untuk fakir miskin,
berinfaq untuk pembangunan masjid, mushalla, balai pendidikan Islam, memberikan
bantuan untuk pembuatan atau perbaikan jalan dan jembatan, perbaikan sarana
umum lainnya juga termasuk amal shaleh. Pendeknya, setiap perbuatan yang
mendatangkan manfaat positif baik untuk diri sendiri, keluarga, jiran tetangga
dan masyarakat, termasuk dalam lingkup amal shaleh, asal semua perbuatan
tersebut dilakukan secara ikhlas dan semata-mata hanya mengharap keridhaan
Allah SWT.
Iman
dan amal shaleh merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling menunjang.
Dengan iman, dapat mendorong seseorang untuk berbuat kebajikan atau
amal shaleh. Sebaliknya, dengan berbuat kebajikan atau amal shaleh dapat
mempertebal rasa keimanan seseorang. Iman tanpa amal, laksana pohon yang tak
berbuah. Amal tanpa iman, laksana berlayar tanpa kemudi atau berlayar tanpa
tujuan.
Firman Allah dalam Al-Qur’an : “Barangsiapa yang mengerjakan amal
shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kehidupan
yang baik.
Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl ayat 97).
“Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-Asr ayat 1,
2 dan 3).
Amal
shaleh merupakan amal yang nilai pahalanya selalu mengalir kendatipun orang
yang melakukannya sudah meninggal dunia. Selama hasil karyanya, hasil bantuannya
dan sumbangan infaqnya masih dapat dimanfaatkan oleh orang lain atau masyarakat,
maka selama itu pula pahalanya terus mengalir.
Oleh
karena itu, marilah kita bersama-sama meningkatkan iman dan amal shaleh kita
dengan banyak beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, gemar
berinfaq dan bersedekah serta perbuatan-perbuatan kebajikan lainnya. Semoga
Allah memasukkan kita ke golongan orang-orang yang terbaik, terbaik di dunia
kini dan terbaik di akhiat kelak. Amin ya Rabbal ‘alamiin








0 comments:
Post a Comment