Sunday, 25 February 2018

MENJAGA KEBERSIHAN HATI UNTUK SETIAP UMAT MUSLIM



MENJAGA KEBERSIHAN HATI UNTUK SETIAP

UMAT MUSLIM

“Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (segumpal daging). Apabila kondisinya baik, maka akan baik pula jasad. Namun jika kondisinya jelek, maka akan jelek pula jasad. Ketahuilah, mudghah itu adalah hati”
(HR. Muslim).
Seseorang yang memiliki hati yang sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benarbenar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih. Orang yang paling beruntung adalah orang yang memiliki hati yang sehat, karena dengan hati yang sehat, ia akan dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, ia akan semakin mengenal Allah Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud di hadapan Allah SWT. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin  rendah hati.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak saja berupa jasmani atau pisik, tetapi juga berupa rohani atau jiwa. Bahkan kedudukan rohani atau jiwa ini, menempati proporsi utama atau memiliki nilai plus dibanding kedudukan jasmani atau pisik. Kenapa demikian? Karena biasanya yang menentukan gerak aktivitas manusia seharihari justeru ditentukan oleh dorongan dari dalam, yang dalam hal ini adalah rohani atau jiwa. Inilah sebenarnya faktor yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Segala usaha, aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan seseorang, merupakan implikasi dari dorongan jiwanya yang dipertimbangkan oleh akal pikiran. Berbeda dengan binatang. Semua gerakgerik aktivitas kehidupan binatang, pada dasarnya digerakkan kekuatan insting semata, tidak disertai oleh suatu pertimbangan akal pikiran atau perasaan.
Rohani atau jiwa, adalah komponen kehidupan manusia yang sangat vital, dan ia merupakan anugerah Allah yang amat berharga, dan oleh karenanya kita dituntut agar mampu memeliharanya dari berbagai macam kotoran rohani, sehingga rohani kita tetap bersih dan suci, serta kita mampu menjaga dan memelihara jiwa kita dari berbagai serangan penyakit jiwa, sehingga jiwa kita tetap sehat dan kuat. Apabila rohani atau jiwa kita bersih dan sehat, ia akan mengarahkan prilaku lahiriyah kita, keperbuatan yang baik dan terpuji. Sebaliknya, apabila rohani atau jiwa kita kotor dan sakit, maka kotorannya akan membekas dan melekat pada setiap prilaku tindakan kita, sehingga cenderung berbuat kemungkaran dan malapetaka.

Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orangorang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan syetan itu hanyalah atas orangorang yang mengangkatnya sebagai pemimpin dan orang yang suka menyekutukannya dengan Allah” (QS. AnNahl 99100)
Didalam menempuh perjalanan hidup dan kehidupan ini, kita memang tak pernah sunyi dari berbagai rintangan, halangan dan tantangan. Terkadang jiwa kita tegar menghadapinya, namun terkadang pula jiwa kita tidak mampu membendung kuatnya arus kemaksiatan dan kedzaliman, sehingga jiwa kita terpengaruh oleh petualangan realitas hidup duniawi yang cenderung menjerumuskan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Syetan untuk menyebarkan virusvirus kejahatannya. Oleh karena itu, agar jiwa kita tetap bersih, sehat dan kuat, maka kita harus memeliharanya dengan baik.
Ketahuilah, orang yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan berguncang walaupun ombak dan badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati.

“Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya” (QS. AlBaqarah ayat 286)
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang Allah. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallaah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat jiwa dan raga untuk menjaga kebersihan hati, karena kebersihan hati adalah kunci kesehatan jiwa.
semoga kita mampu menjaga dan memelihara kesehatan jiwa kita dengan banyak beribadah dan beramal shaleh. Semoga Allah SWT. melindungi kita semua dari berbagai penyakit jiwa, yang virusnya dibawa dan disebarkan oleh Setan. Aamiin




Baca Juga: Iman dan Amal Shaleh  

MAKANAN DAN MINUMAN YANG HALAL DAN BAIK (HALALAN THAYYIBAH)


MAKANAN DAN MINUMAN YANG HALAL DAN BAIK 
(HALALAN THAYYIBAH)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
(QS. Al-Baqarah ayat 168 dan 169)..
Islam telah menggariskan bahwa didalam mencari dan mengkonsumsi makanan dan minuman hendaknya yang halal dan baik (halalan thayyibah), baik cara memperolehnya maupun bentuk dan jenis bahannya. Makanan dan minuman yang haram menurut Islam, adalah lantaran tidak saja sifat dan jenis barangnya yang memang haram menurut syariát Islam, seperti daging babi dan berbagai jenis minuman keras, juga lantaran cara memperolehnya yang tidak dibenarkan oleh syariát Islam, seperti barang hasil curian, hasil rampasan, hasil korupsi dan sebagainya.
Dengan konsep halalan thayyibah, Islam telah menawarkan pola makan dan minum yang halal dan baik. Halal dalam arti bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut halal dari cara memperolehnya dan halal dalam bentuk dan jenis barangnya, juga baik dalam arti barang tersebut harus bersih, sehat dan memenuhi keseimbangan gizi.
Disamping halal dan baik, didalam mengkonsumsi makanan dan minuman, Islam juga telah mengatur sedemikian rupa agar tidak berlebihan, karena Allah SWT. sangat benci terhadap hal-hal yang sifatnya berlebihan. Para ahli kesehatan mengakui bahwa perut yang berisi penuh makanan, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Sedangkan perut yang sering dikosongkan, seperti berpuasa misalnya, banyak sekali faedahnya terhadap kesehatan. Perut yang tidak terlalu penuh dengan makanan akan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk mempergunakan cadangan-cadangan energy yang tersimpan dan kurang diperlukan karena kelebihan. Misalnya kelebihan lemak, kelebihan zat gula dan sebagainya, bisa dikurangi dengan mengkosongkan perut atau berpuasa. Rasulullah mengingatkan, bahwa kata beliau, “Hampir semua penyakit itu disebabkan oleh persoalan makan dan minum. Apabila seseorang mengurangi makan dan minum, maka perutnya akan dipenuhi nur (cahaya), sehingga dapat mendorongnya untuk berbuat baik/amal shaleh. Ketahuilah perut yang terlalu penuh dapat menimbulkan penyakit malas dan enggan berbuat kebajikan”.

“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-‘Araaf ayat 31).
Manusia dalam menjaga kelangsungan hidupnya memerlukan makanan dan minuman yang terdiri dari binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda lain yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Tetapi tidak semua binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda yang terdapat di bumi ini halal dimakan manusia. Ada yang halal dan ada pula yang haram dimakan. Makanan dan minuman yang diharamkan manusia memakan atau meminumnya itu ada yang ditetapkan dengan Al-Quran, ada yang diterangkan dengan hadist dan ada pula yang ditetapkan berdasarkan ijtihad para ulama.
Makanan yang enak dan lezat belum tentu baik untuk tubuh,dan boleh jadi makanan tersebut berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya makanan yang tidak halal bias mengganggu kesehatan rohani. Daging yang tumbuh dari makanan haram, akan dibakar di hari kiamat dengan api neraka.
Setidaknya ada bebera unsur yang harus diperhatikan dalam kita memilih atau meneliti kehalalan toyyiban sebuah produk yang akan kita konsumsi. PERTAMA adalah kelalalan sutu makanan yang telah dinaskan dalam Al Qur’an. Surat Al Maidaah Ayat 3 yang artinya Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yangdisembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, danyang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkanbagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anakpanah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orangkafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepadamereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam kata lan, makanan dan minuman yang diharamkan secara syariat adalah:
1.      Bangkai, yang termasuk kategori bangkai adalah hewan yang mati dengan tidak disembelih termasuk didalamnya hewan yang mati tercekik, dipukul, jatuh, ditanduk dan diterkam oleh hewan buas, kecuali yang sempat kita menyembelihnya, hanya bangkai ikan dan belalang saja yang boleh kita makan;
  1. Darah, sering pula diistilahkan dengan darah yang mengalir, maksudnya adalah darah yang keluar pada waktu penyembelihan (mengalir) sedangkan darah yang tersisa setelah penyembelihan yang ada pada daging setelah dibersihkan dibolehkan. Dua macam darah yang dibolehkan yaitu jantung dan limpa;
  2. Babi, apapun yang berasal dari babi hukumnya haram baik darahnya, dagingnya, maupun tulangnya;
  3. Binatang yang ketika disembelih menyebut selain nama Allah
  4. Sedangkan minuman yang diharamkan adalah semua bentuk khamer (minuman beralkohol)
Sedangkan makanan dan minuman yang dihalalkan menurut syariat islam yaitu:
  1. Bukan terdiri dari atau mengandung bagian atau benda dari binatang yang dilarang oleh ajaran Islam untuk memakannya atau yang tidak disembelih menurut ajaran Islam;
  2. Tidak mengandung sesuatu yang digolongkan sebagai najis menurut ajaran Islam.
  3. Dalam proses, menyimpan dan menghidangkan tidak bersentuhan atau berdekatan dengan makanan yang atidak memenuhi persyaratan sebagai mana huruf a, b, c, dan d di atas atau benda yang dihukumkan sebagai najis menurut ajaran Islam
Demikianlah sebagian uraian tentang makanan dan minuman yang halal maupun yang haram, semoga kita semua sebagai seorang muslim senantiasa makan dan minum yang halal sehingga kita bias terhindar dari api neraka. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta menjunjung tinggi sunnah Rasul-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin.



Thursday, 22 February 2018

PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM ISLAM


PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM ISLAM



“Barangsiapa sehat badannya, damai di hatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepa-danya” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Pengertian sehat badannya dari hadits di atas merupakan cerminan dari sehat jasmani, damai di hatinya, merupakan gambaran dari rohani yang sehat dan punya makanan untuk sehari-harinya, merupakan wujud dari kesejahteraan di bidang sosial atau sehat social. Dari hadits ini dapat kita pahami bahwa yang namanya sehat itu, bukan hanya misalnya seseorang yang terbebas dari berbagai penyakit atau cacat, tetapi arti sehat mengandung pengertian yang sangat luas dan dalam, yakni seseorang yang berada dalam sebuah kondisi yang stabil antara aspek jasmani, rohani, sosial dan lingkungan di mana dia berada. Sehingga wajar kalau Rasulullah mengatakan bahwa seseorang yang benar-benar berada dalam kondisi sehat, maka seolah-olah dunia dan isinya ini adalah miliknya.
Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya kemampuan. Dengan kemampuannya itu, ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Disamping itu, ia memiliki peluang yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin, terutama dalam aktivitas ibadah dan mu’amalah agar menjadi abdi Allah yang taat dan anggota masyarakat yang bermanfaat bagi sesama.
Islam menganggap bahwa kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT. yang paling besar. Orang yang didera oleh keluhan atau rasa sakit tentu akan merasa kurang nyaman dalam menjalani kehidupan. Belum lagi kalau harus berobat atau ikhtiyar mencari obatnya, tentu orang harus menyiapkan biaya yang tidak bias diduga sebelumnya. Oleh karena itu manusia  harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang didapatnya,  agar pemberian  Allah kepadanya semakin bertambah.
Dalam agama kita diperintah oleh Rasulullah saw. agar berdoa minta dianugerahi dua kesehatan, yakni kesehatan agama dan kesehatan dunia. Beliau SAW. bersabda:

“Mintalah (kalian) kepada Allah keyakinan dan kesehatan, karena tidak ada (nikmat) yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang lebih baik dari pada kesehatan setelah keyakinan” (HR. Ahmad)
Salah   satu   sarana   untuk   memelihara   kesehatan   yaitu   dengan   menjaga kebersihan.  Kitab-kitab  fiqh  kita dalam  babbabnya senantiasa diawali  oleh bab yang   berjudul Thaharah(bersuci).   Di   dalam berwudlumisalnya,dibersihkanlah  bagian-bagian  anggota  tubuh  yang  sering  terkena  kotoran, keringat, debu seperti wajah (termasuk hidung dengan cara istinsyaq/ memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya dan mulutdengan cara madhmadhah/ berkumur),  kedua  tangan,  kedua  kaki, kepala  dan kedua telinga. Rasulullah  SAW.  menganjurkan  ummatnya  untuk  mandi,  terutama  pada  hari Jum’at, beliau menganjurkan gosok gigi/ bersiwak, memotong rambut,memotong kuku dan lain-lain.
Tempat-tempat  penting  seperti masjid  dan  sebagainya,haruslah  menjadi contoh  dalam  hal  perhatian  pada  kebersihan  dan  kesehatan  ini.  Kebersihan tempat  mandi,tempat  wudlu/WC,  tempat  sepeda,  tempat  sandal,  tempat sampah, lantai dan lain-lain haruslah menjadi prioritas utama. Tempat mandi dan  wudlu  sedapat  mungkin  dipisahkan  dengan  jamban,  mengingat  jamban merupakan    tempat    najis,    sedangkan    pemeliharaannya  kadang-kadang diabaikan orang.
Demikianlah sebagian dari pandangan Islam tentang bagaimana memelihara kesehatan, semoga menjadi pemacu  dan  pemicu  bagi  kita semua agar tetap peduli terhadap kesehatan diri  kita sendiri, keluarga  kita, jiran tetangga dan seluruh ummat manusia. Semoga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita semua, sehingga kita selalu berada dalam dekapan ridha-Nya. Aamiin

Wednesday, 21 February 2018

PENTINGNYA KELUARGA SAKINAH


PENTINGNYA KELUARGA SAKINAH

Dan   di   antara   tanda-tanda   (kebesaran)-Nya   ialah   Dia   menciptakan pasangan-pasangan  untukmu  dari  jenismu  sendiri,  agar  kamu  cenderung  dan merasa  tenteram  kepadanya,  dan  Dia  menjadikan  di  antaramu  rasa  kasih  dan sayang.  Sungguh  pada yang demikian  itu  benar-benar  terdapat  tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Dari  petikan  ayat tersebut dapat  diuraikan  bahwa  pengertian  keluarga dalam Islam adalah bersatunya dua insan lawan jenis yang bukan mahram, saling melengkapi  satu  sama  lain  secara  lahir  maupun  batin,  sehingga  mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Begitu besar perhatian Allah Swt. terhadap urusan keluarga. Dalam al-Qur’an, tidak kurang Allah menyebut 70 ayat yang secara khusus membahas soal keluarga. Para ulama fiqh, membagi disiplin ilmu fiqh ke dalam 4 (empat) fann atau bagian, yakni fiqh mu’âmalah, jinâyah, munâkahah dan ibâdah. Masuknya masalah-masalah munâkahah (jamak: munâkahât) sebagai seperempat pembahasan fiqh ini, menunjukkan betapa pentingnya eksistensi dan fungsi keluarga dalam kehidupan manusia. Sebab, keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat (mujmata’ atau society) yang mempunyai pengaruh besar bagi pembentukan kepribadian setiap anggotanya.
Oleh sebab itu, Islam mengajarkan pentingnya menjadikan keluarga sebagai pusat terciptanya kedamaian, ketentraman, harmoni kehidupan, dan kesejahteraan. Keluarga yang di dalamnya terdapat suasana-suasana seperti itu merupakan keluarga sakinah (sakînah) atau keluarga maslahah (mashlahah). Keluarga sakinah atau maslahah tercipta akibat adanya cinta dan kasih sayang atau yang dalam bahasa al-Qur’an disebut mawaddah wa rahmah. Dalam keluarga semacam ini, ada hubungan yang harmonis antara suami dan istri, antara orang tua dan anak. Di samping itu, semua unsur ataupun anggota keluarga berfungsi sesuai dengan perannya masing-masing.
Islam memandang bahwa keluarga sakinah, mawaddah, warahmah merupakan fondasi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan diridhai Allah. Contoh ideal keluarga Islami adalah rumah tangga Rasulullah SAW. Rumah tangga beliau harmonis bukan karena faktor kekayaan dan faktor lahiriah lainnya, tetapi lebih karena akhlak, sifat dan karakter mulia  beliau sendiri. Menurut hadits Nabi Muhammad SAW, pilar keluarga sakinah ada empat, yaitu memiliki kecenderungan kepada agama (selalu bertakwa, beribadah, dan mengingat Allah di dalam setiap kegiatannya), anggota yang berumur lebih muda menghormati yang tua dan anggota yang lebih tua menyayangi yang muda, sederhana dalam belanja (tidak boros, tidak menghambur-hamburkan uang, membeli barang sesuai kebutuhan bukan keinginan), santun dalam bergaul (selalu menjaga hubungan baik dan menaati segala norma kesopanan dengan anggota keluarga maupun dengan orang lain), dan selalu introspeksi diri (tidak takabur, mengakui kesalahan dan tidak mengulanginya, menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya).

Sebaik-baik  kalian  adalah  yang  terbaik  bagi  keluarganya  dan  aku adalah yang terbaik untuk keluargaku.”(H.R At-Tirmidzi)
Dalam  program  pembinaan  keluarga  sakinah,  kementerian  agama  telah menyusun kriteria-kriteria  umum  keluarga  sakinah  yang  terdiri  dari  keluarga  pranikah,  keluarga  sakinah  I,  keluarga  sakinah  II,  keluarga  sakinah  III  dan  keluarga sakinah plusdan dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan masing-masing kondisi daerah. Uraian masing-masing kriteria sebagai berikut:
  1. Keluarga   pra   sakinah   yaitu   keluarga-keluarga   yang   bukan   dibentukmelalui ketentuan perkawinan yang sah. Tidak dapat memenuhi kebutuhandasar  spiritual  dan  material  secara  minimal,  seperti:  keimanan, sholat, zakat fitrah, puasa, sandang, pangan, papan dan kesehatan 
  2. Keluarga    sakinah I yaitu keluarga-keluarga yang dibangun atas perkawinan yang sah  dan telah dapat memenuhi kebutuhan spiritual dan material secara minimal tetapi masih belum bisa memenuhi psikologisnya seperti kebutuhan akan pendidikan, bimbingan keagamaan dalam keluarga, mengikuti interaksi sosial keagamaan dalam lingkungannya
  3. Keluarga sakinah II yaitu keluarga yang dibangun atas perkawinan yang sah dan  disamping telah dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya juga telah mampu memahami pentingnya pelaksanaan ajaran agama serta bimbingan keagamaan dalam keluarga serta mampu mengadakan interaksi social dalam lingkungannya, tetapi belum mampu menghayati serta mengembangkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan  akhlaqul  karimah, infak, sedekah, zakat, amal jariyah, menabung dan sebagainya 
  4. Keluarga sakinah III yaitu keluarga-keluarga yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan   keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, social psikologis dan pengembangan  keluarganya,  tetapi  belum  mampu  menjadi suri tauladan di lingkungannya 
  5. Keluarga sakinah III plus yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan keimanan, ketaqwaan, akhlaqul secara sempurna, kebutuhan sosial  psikologis dan pengembangannya serta dapatmenjadi suri tauladan bagi lingkungannya
Keluarga harmonis menurut prespektif Islam yaitu keluarga yang sakinah, mawaddah,    warahmah. Hal   tersebut   disebabkan   dalam   pernikahan    akan melahirkan ketenangan batin. Laki-laki dan perempuan adalah satu jiwa walaupun ada perbedaan fungsi dan tugasnya, akan tetapi perbedaan ini mengandung makna yang  dalam  yaitu  agar  salah  satu  pihak  merasa  tentram  dan  nyaman  berada  di samping  pasangannya. Selainitu  berfungsisebagai  pengaman,  benteng,  dan penjagaan, pernikahan juga merupakan ladang untuk melanjutkan keturunan yang berkesinambungan sehingga  dapat  menjadi keluarga  yang  tenang,  nyaman  dan aman. Proses  terbentuknya  keluarga  yang  harmonis  tidak  terlepas  dari  evaluasi dari masing-masing pasangan. Dapat berupa perenungan dan pemikiran agar dapat memahami apa yang dilihat dan dirasakan pada pasangan tersebut

Tuesday, 20 February 2018

BUAH BENGKUANG



BUAH BENGKUANG


Bengkuang (Pachyrhizus erosus )berasal dari daerah Amerika Tengah dan Selatan terutama di daerah Mexico. Suku Aztec menggunakan biji tanaman bengkuang ini sebagai obat-obatan. Kemudian pada abad ke-17, Spanyol menyebarkan tanaman ini ke daerah Philipina sampai akhirnya menyebar ke seluruh Asia dan Pasifik. Tanaman ini masuk ke Indonesia dari Manila melalui Ambon, dan sejak saat itulah bengkuang dibudidayakan diseluruh negeri. Bengkuang sekarang ini lebih banyak dibudidayakan didaerah Jawa dan Madura atau didataran rendah.
Tumbuhan bengkuang ini membentuk umbi akar (cormus) berbentuk bulat atau membulat seperti gasing.   Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Daging umbi bagian dalam berwarna putih dan memiliki tekstur renyah berair. Umbi dengan kualitas baik beratnya mencapai 3 kg    dengan rata-rata diameter 10-30 cm. Umbinya mengandung gula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini juga memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa manis berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin yang tidak bisa dicerna tubuh manusia. Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.
Bengkuang merupakan buah yang kaya akan berbagai zat gizi yang sangat penting untuk kesehatan terutama vitamin dan mineral. Vitamin yang terkandung dalam bengkuang yang paling tinggi adalah vitamin C. Sedangkan mineral yang terkandung dalam bengkuang adalah fosfor, zat besi, kalsium dan lain-lain. Bengkuang juga merupakan buah yang mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga dapat menyegarkan tubuh setelah mengkonsumsinya dan menambah cairan tubuh yang diperlukan untuk menghilangkan deposit-deposit lemak yang mengeras yang terbentuk dalam beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, bengkuang dianggap dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Tanaman bengkuang (Pachyrhizus erosus) telah dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Tanaman bengkuang mengandung pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C, selain itu umbi bengkuang mengandung inulin yang bermanfaat bagi kesehatan serta sering dimanfaatkan dalam pangan fungsional. Inulin merupakan polimer dari unit-unit fruktosa. Inulin bersifat larut di dalam air, tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan, tetapi difermentasi mikroflora kolon (usus besar), sehingga inulin berfungsi sebagai prebiotik.
Berikut beberapa manfaat dari buang bengkuang:
1.      Mengobati alergi pada kuli
Buah bengkoang jika di gunakan dan di konsumsi secara  rutin dapat mengobati alergi serta gatal-gatal pada kulit kita.
2.      Mengobati diabetes
Rasa manis pada buah bengkoang yang berasal dari zat inulin sangat baik untuk membantu mengobati diabetes,bahkan baik di konsumsi para penderita penyakit diabetes sekali pun.tetapi dalam batas wajar dan teratur.
3.      Mengobati sariawan
Bengkoang juga mengandung cukup banyak vitamin C sehingga sangat baik bagi kesehatan tubuh anda, dan sebagai antioksidan maupun untuk obat untuk sariawan. Selain itu, bengkoang juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah anda.
4.      Mengobati beri-beri
Beri-beri merupakan penyakit yang disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1. Bengkoang mengandung vitamin B1 yang cukup banyak.
5.      Mengobati wasir
Kandungan serat dalam bengkoang sangat baik bagi penderita wasir. Minum jus bengkoang setiap pagi setelah bangun tidur sangat baik bagi Anda yang menderita wasir, agar BAB menjadi lancar dan tidak sulit.
6.      Mencegah penuaan dini
Penuaan dini banyak ditakutkan oleh wanita, terutama diatas usia 25. Penuaan dini ditandai dengan mengkerutnya kulit bagian bawah mata atau dekat bibir. Bengkoang ternyata bisa mencegah terjadinya penuaan dini dengan mengkonsumsinya atau membuat buah tersebut menjadi masker. Karena bengkoang mengandung vitamin C yang bisa menutrisi kulit, dan menghindari dari penuaan dini. Vitamin C yang tinggi pada buah bengkoang memberi efek untuk mencegah radikal bebas pada tubuh kita,serta memberi efek rileks.
7.      Mengatasi masalah asam lambung
Sifat alkali pada bengkoang berfungsi sebagai pendingin atau penyerap asam lambung dengan cepat. Asam lambung yang tinggi dapat menyebabkan mag, sehingga ada baiknya bila anda mengkonsumsi bengkoang. Dan lebih baik lagi jika anda makan bengkoang tanpa campuran, misalnya dengan garam atau sambal.
8.      Untuk Kulit
Bengkoang mengandung vitamin C dan B yang berguna untuk kulit. Bengkoang akan menyebabkan kulit lebih sehat dan terawat. Serta membuang kulit mati. Parut bengkoang kemudian tempelkan pada wajah dan kulit, setelah itu diamkan selama 30 menit dan bilas. Bengkoang juga sering digunakan sebagai campuran bahan perawatan tubuh wanita
Jika sehabis keluar dari ruangan, sinar matahari menerpa kulit dan menyebabkan kulit panas hingga timbul kemerahan. Jika begitu, gunakan saja buah bengkoang. Iris dan tempelkan pada kulit yang memerah. Karena bengkoang mengandung alkali, maka bengkoang akan terasa dingin. Lebih bagus jika ditaruh pada lemari es.

IMAN DAN AMAL SHALEH


IMAN DAN AMAL SHALEH


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itulah sebaik-baik makhluk” (QS. Al-Bayyinah)

Iman adalah bagian yang paling  esensial dalam ajaran Islam. Bahkan ke-sempurnaan iman merupakan barumeter kesempurnaan beragama. Abul A’la Al-Maududi, seorang pemikir Islam menerangkan bahwa,  “Hubungan antara iman dengan Islam, laksana pohon dengan urat/ akarnya. Tidak mungkin pohon bisa tumbuh dan berkembang tanpa akar. Demikian juga, tidak mungkin seseorang akan menjadi Muslim tanpa memiliki iman”.

Iman dan ibadah ibarat benih dan buahnya. Benih yang bagus harus dapat menumbuhkan pohon dengan kwalitas buah yang terjamin. Dan begitu juga sebaliknya, buah yang berkwalitas akan mampu menjadi benih di masa mendatang. Daur ulang kedua inilah yang nantinya akan menaikkan kwalitas keduanya. Dengan peningkatan yang berkesinambungan antara iman dan ibadah ini secara bertahap akan mampu menaikkan derajat ketaqwaan kita kepada Allah sehingga, kita menjadi seorang mukmin yang sempurna. Iman semacam inilah yang kita harapkan mampu meredusir keinginan dan syahwat serta maksiat, sehingga ketaatan kita kepaa Allah semakin mantap.  Ketika kita merasa yakin kepada Allah swt, maka kepasrahan kita kepada-Nya akan semakin total. Pada saat inilah kita mencapai pada satu tingkat yang disebut para sufi dengan ketakukan (khauf) dan harapan (raja’).
Amal shaleh atau amal kebajikan merupakan perbuatan yang tidak saja memberikan kemanfaatan bagi sipelakunya, tetapi amal shaleh juga mendatangkan kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain. Kenapa demikian? Karena amal shaleh ti-dak hanya sebatas perbuatan-perbuatan yang berhubungan dengan ibadah ritual seperti, shalat, puasa, zakat, haji dan amalan-amalan lainnya seperti doa, dzikir, i’tikaf di masjid, membaca Al-Qur’an  dan sebagainya, namun kegiatan-kegiatan seperti bersedekah untuk fakir miskin, berinfaq untuk pembangunan masjid, mushalla, balai pendidikan Islam, memberikan bantuan untuk pembuatan atau perbaikan jalan dan jembatan, perbaikan sarana umum lainnya juga termasuk amal shaleh. Pendeknya, setiap perbuatan yang mendatangkan manfaat positif baik untuk diri sendiri, keluarga, jiran tetangga dan masyarakat, termasuk dalam lingkup amal shaleh, asal semua perbuatan tersebut dilakukan secara ikhlas dan semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah SWT.
Iman dan amal shaleh merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling menunjang. Dengan iman, dapat mendorong seseorang untuk berbuat kebajikan atau amal shaleh. Sebaliknya, dengan berbuat kebajikan atau amal shaleh dapat mempertebal rasa keimanan seseorang. Iman tanpa amal, laksana pohon yang tak berbuah. Amal tanpa iman, laksana berlayar tanpa kemudi atau berlayar tanpa tujuan.

Firman Allah dalam Al-Qur’an : “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya  akan  Kami  berikan  kehidupan  yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl ayat 97).
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-Asr ayat 1, 2 dan 3).
Amal shaleh merupakan amal yang nilai pahalanya selalu mengalir kendatipun orang yang melakukannya sudah meninggal dunia. Selama hasil karyanya, hasil bantuannya dan sumbangan infaqnya masih dapat dimanfaatkan oleh orang lain atau masyarakat, maka selama itu pula pahalanya terus mengalir.
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama meningkatkan iman dan amal shaleh kita dengan banyak beribadah kepada Allah, berbuat baik kepada sesama, gemar berinfaq dan bersedekah serta perbuatan-perbuatan kebajikan lainnya. Semoga Allah memasukkan kita ke golongan orang-orang yang terbaik, terbaik di dunia kini dan terbaik di akhiat kelak. Amin ya Rabbal ‘alamiin


Keutamaan Ilmu Bagi Umat Islam



KEUTAMAAN ILMU BAGI UMAT MUSLIM


“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu, beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadalah ayat 11)

Islam tak bosan-bosannya menganjurkan kepada pengikutnya, agar selalu menuntut ilmu. Betapa mulianya ilmu, betapa utamanya ilmu, sehingga pantaslah kiranya, Allah menurunkan wahyu-Nya yang pertama kepada Rasulullah SAW. dengan kata  iqra’, bacalah, karena dari kata iqra’ inilah terpancar benih-benih ilmu yang mengilhami manusia kepada kehidupan yang  lebih baik, kehidupan yang di Ridhai oleh Allah SWT.
Melalui ilmulah kita mampu membaca dan menulis. Dengan ilmulah kita mampu berhitung. Dengan ilmulah kita mampu memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk kemanfaatan manusia. Dengan ilmulah kita mampu menjelajahi alam semesta ini dan menyingkap rahasia yang terkandung di dalamnya. Pendeknya ilmu, termasuk teknologi di dalamnya, akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam arti yang seluas-luasnya kepada kita, manusia.
Betapa pentingnya ilmu ini, sampai-sampai Rasulullah SAW. menilai bahwa sukses tidaknya seseorang dalam mengarungi bahtera hidup ini, ditentukan oleh kualitas dan keluasan   ilmu  yang  dimilikinya.

Rasulullah SAW. bersabda : “Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, maka ia wajib menuntut ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki kenikmatan hidup di akhirat, maka ia harus menuntut ilmu. Dan barang siapa menghendaki kebahagiaan keduanya (dunia dan akhirat), maka ia mesti menuntut ilmu”
Begitulah betapa pentingnya menuntut ilmu. Dan karena saking pentingnya menuntut ilmu  ini, sehingga Allah mensejajarkan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu dengan orang-orang yang beriman dengan memberinya beberapa derajat kemuliaan. Manusia diciptakan lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Kesempurnaan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya tersebut adalah dengan dengan pemberian akal pikiran dalam penciptaannya. Akal inilah yang dapat membedakan manusia dari makhluk lainnya. Dengan akal itu Allah SWT telah memuliakan manusia, mengangkat derajatnya dengan derajat yang tinggi. Akal adalah alat untuk berpikir, Allah SWT menjadikan akal sebagai sumber tempat bermula dan dasar dari ilmu pengetahuan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jastiyah ayat 3-5: “Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal”
Di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa dalam setiap ciptaan Allah terdapat ilmu pengetahuan yang akan menunjukkan tanda-tanda Kebesaran Allah kepada manusia. Untuk menggali dan mendapatkan pengetahuan itu manusia harus menggunakan akal pikiran yang telah dianugerahkan kepadanya. Dalam hal ini wahyu dan akal saling mendukung dan melengkapi untuk mendapatkan tanda-tanda Kekuasaan Allah.
Agama Islam datang dengan memuliakan sekaligus mengaktifkan kerja akal serta menuntutnya kearah pemikiran Islam yang rahmatun lil’alamin.  Manusia harus dapat menggunakan kecerdasan yang dimilikinya untuk kesejahteraan hidupnya baik di dunia maupun  di akhirat.
Akal sebagai dasar dari ilmu pengetahuan memberikan kemampuan kepada manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk dan dapat memberikan argumen tentang kepercayaan dan keberagamaannya. Dengan kemampuan akal untuk berpikir ini manusia mampu menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan agamanya.
Kalau hanya menuntut ilmu semata, apalagi kalau hanya ilmu-ilmu keduniaan, tentu saja belumlah cukup. Menuntut ilmu keduniaan (umum), hendaknya diimbangi pula dengan menuntut ilmu agama, ilmu-ilmu keIslaman. Sebab agama Islam yang kita anut, tidak cukup hanya diimani semata, tetapi ia harus kita ilmui, dalam arti kita gali dan pelajari, kita hayati dan kita amalkan, serta kita da’wahkan untuk mengembangkan risalah Islam  ke tengah-tengah masyarakat.
Terdapat 5 (lima) keutamaan ilmu pengetahuuan dibandingkan dengan harta kekayaan:
1.   Ilmu apabila disebarkan menjadi semakin banyak, sedangkan harta apabila disebarkan semakin sedikit
2.      Ilmu tidak bisa dicuri, sedangkan harta bisa dicuri
3.      Ilmu tidak memerlukan ruangan khusus untuk menyimpannya, sedangkan harta memerlukan tempat khusus
4.   Ilmu bisa menolong pemiliknya dari ancaman atau gangguan pihak lain, sedangkan harta memerlukan pertolongan pemiliknya dari gangguan atau ancaman pihak lain
5.    Ilmu merupakan pembawa keselamatan, sedangkan harta dapat membawa malapetaka
Mengingat betapa penting dan utamanya ilmu bagi kehidupan kita, makamarilah kita bersama-sama untuk meningkatkan usaha-usaha di dalam menuntut ilmu Marilah kita manfaatkan semaksimal mungkin sarana-sarana  sekolah,  pondok  pesantren,  lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti diklat, kursus dan sebagainya, dan tak terkecuali juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan kita untuk menimba ilmu, seperti di masjid-masjid, musholla, di rumah guru/ustadz, di majelis ta’lim atau di tempat pengajian, dan sebagainya. Ingatlah bahwa menuntut ilmu itu tidak mengenal usia, tak mengenal waktu dan tak mengenal tempat. Menuntut ilmu itu dapat dilakukan sepanjang masa/seumur hidup. Selama kita masih bisa bernapas, selama itu pula kita wajib menuntut ilmu

Sunday, 18 February 2018

Jangan Menyerah Menggapai Cita - Cita



Jangan Menyerah Menggapai Cita - Cita
 
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan. Sesungguh-nya dibalik kesulitan itu terdapat kemu-dahan” (QS. An-Insyirah ayat 5 dan 6).
Arti dari ayat terebut mungkin sering kita dengar dan baca sebagai ayat-ayat motivasi dalam berbagai sesi. Bahwa segala kesulitan yang kita hadapi sebenarnya ada kemudahan setelahnya. Setiap kesusahan akan dibarengi dengan kemudahan.
Hidup ini tak obahnya laksana se-buah bahtera yang tengah berlayar di samudera luas. Bilamana cuaca baik dan laut dalam keadaan tenang, maka berlayar merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Tetapi sebaliknya, bilamana cuaca jelek, angin bertiup kencang, badai mengamuk dan menerjang, maka berlayar merupakan sesuatu yang sangat menakutkan.
Begitulah gambaran hidup ini, terkadang menyenangkan terkadang pula menyedihkan. Selama kita hidup di dunia  ini, banyak sekali persoalan-persolanan yang kita alami dan rasakan. Semakin banyak berjalan, semakin banyak yang dilihat. Se-makin panjang usia, semakin banyak yang dirasa. Begitulah hidup ini, ibarat sebuah roda. Selama kita masih hidup, roda itu terus berputar. Kadang-kadang kita berada di atas, terkadang pula  kita berada di bawah. Jika suatu waktu kita berada di atas atau pada posisi yang menyenangkan, maka hendaklah kita bersyukur kepada Allah SWT. dan janganlah sekali-kali meremehkan orang lain yang kebetulan berada di bawah. Sebaliknya, jika suatu waktu kita berada di bawah atau pada posisi yang tidak menyenangkan, maka hendaklah kita  bersabar serta rela menerima takdir Allah SWT.
Hidup ini laksana mengarungi lautan lepas tak bertepi. Suatu pantai yang akan kita tuju, sebagai refleksi dari cita-cita kita, nampaknya masih jauh dan belum kelihatan. Apakah  kita dapat menggapai tujuan yang kita cita-citakan, ataukah mungkin kandas di tengah lautan, karam diterjang ombak dan gelombang, atau hilir mudik ke sana ke mari tak mencapai pulau harapan. Entahlah, yang jelas kita harus  punya tujuan, kita harus punya cita-cita tercapai atau tidak. Dalam meraih suatu cita-cita tentunya diperlukan kemauan yang keras dan usaha yang gigih untuk mencapainya. Disamping itu diperlukan pula ketabahan, keuletan dan kesungguhan serta kesiapan berkorban baik tenaga, pikiran, perasaan, harta, tahta, uang dan sebagainya. Inilah prasyarat utama untuk mencapai keinginan yang dicita-citakan.
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka meru-bah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’du ayat 11)
Marilah kita tanamkan dalam diri kita masing-masing semangat juang dan disiplin yang tinggi, yaitu kepatuhan yang didasari atas kesadaran diri yang mendalam untuk melakukan tindakan dan usaha dalam meraih cita-cita, dengan suatu keyakinan bahwa hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Itulah harapan, itulah keinginan dan itulah cita-cita. Kalau tidak karena adanya suatu harapan dan keinginan, maka mustahil seseorang mau berusaha untuk meraih cita-citanya.
Orang yang berjiwa besar senantiasa bangun seketika ia terjatuh. Kejatuhan yang pertama dijadikannya bekal dan cermin untuk melangkah selanjutnya.
Nasehat  dari Buya HAMKA,
“Janganlah takut menghadapi suatu kegagalan, karena dengan kegagalan itu kita akan dapat beroleh pengetahuan tentang segi-segi kelemahan atau kekuatan diri kita. Yang ditakuti adalah, gagal  dua  kali pada suatu hal yang serupa”.
“Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang yang tidak pernah mencoba melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang ke dua”.


Nikmat Membaca Al Quran


Nikmat Membaca Al Quran

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Ta’ala Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Karena sesungguhnya kita dinilai bukan karena bentuk fisik kita yang tampan atau cantik atau juga harta kita yang berlimpah, Allah hanya melihat ketakwaan di hati kita. 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk, rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah memperhatikan hati dan amal-amal kalian”. (HR.Muslim).
 
Dan orang yang paling mulia diantara kita juga adalah orang yang paling bertakwa, walaupun manusia terkadang merasa, sekali lagi merasa, ketika mereka kaya memiliki fisik yang rupawan, maka mereka adalah orang yang mulia. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat yang tak terhitung sedari kita di dalam kandungan ibu kita hingga kita di usia saat ini. Hati manusia yang baik, apabila ada seseorang yang berbuat baik kepadanya, maka ia akan merasa suka dengan orang yang telah berbuat baik tersebut, padahal tidak setiap waktu orang itu berbuat baik kepadanya. Bagaimana pula dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kebaikan tak hingga kepada kita hari demi hari. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Nabi kita, kekasih kita, penyejuk hati kita, Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Allah Ta’ala telah menganugerahkan kita Al Quran, kitab yang mulia, yang Allah khususkan hanya untuk umat Muhammad. Kitab suci yang paling mulia dibanding kitab suci-kitab suci lainnya yang pernah Allah turunkan dalam perjalanan para nabi dan para rasul yang berjumlah puluhan ribu. Dan Allah pilihkan kitab suci tersebut untuk Rasul-Nya yang paling mulia dan Allah pilihkan kita dari milyaran manusia untuk menjadi umat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berhukum di bawah naungan Al Quran. Tetapi pernahkah kita terpikir bagaimana mensyukuri nikmat Al Quran yang telah Allah anugerahkan atau bahkan kita tidak pernah merasa bahwa Al Quran itu adalah kenikmatan.
Mensyukuri nikmat Al Quran dapat kita lakukan dengan cara membaca Al Quran dan mengamalkan isi dari Al Quran tersebut. Dengan membaca seseorang akan memperoleh keutamaan yang besar, memperoleh pahala kebaikan dengan duduk tanpa berpeluh, ketika membaca Al Quran, maka satu hurufnya Allah berikan satu kebaikan lalu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Surat Al-Fatihah yang kita baca sehari-hari saja terdiri dari 113 huruf lalu dikalikan 10, maka menjadi 1130 kebaikan, bayangkan! Hal ini bukan berarti kita mematematikan amal kebaikan, tapi inilah wujud dari rahmat Allah dan betapa pemurahnya Rabb kita, yang memotivasi kita dengan pahala yang sangat banyak.

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)
Mungkin di antara kita ada yang memiliki keterbatasan dalam membaca Al Quran, bacaannya belum baik atau bahkan belum lancar. Anda yang mengalami permasalahan demikian janganlah merasa jenuh untuk membaca Al Quran, janganlah Anda merasa capek lalu meninggalkan membaca Al Quran, Allah beri ganjaran orang-orang yang belum lancar membaca Al Quran dengan dua pahala; pahala membaca Al Quran dan pahala bersusah payah dalam membacanya. Ketika Anda sudah terbiasa dan memiliki bacaan yang baik sesuai dengan tajiwidnya, maka Allah sejajarkan Anda dengan makhluk yang mulia, malaikat, makhluk yang selalu menaati Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya


Saturday, 17 February 2018

Manfaat Buah Belimbing


BUAH BELIMBING

Menurut sejarah persebarannya belimbing termasuk satu jenis buah tropis yang sudah lama dikenal dan ditanam di Indonesia. Berdasarkan penelusuran dari  literatur, ditemukan bahwa tanaman belimbing berasal dari  kawasan  Asia,terutama  Malaysia. Namun Nikolai  Ivanovich Vavilovanaman, seorang  botani Soviet  memastikan  sentrum  utama tanaman belimbing adalah India, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis lainya.
Nama Daerah belimbing  asam jorbing, belimbing manis (Sumatera), blimbing amis, blimbing legi, bhalimbing manes, blimbing langir, belimbing  wuluh (Jawa), lumpias  manis, rumpiasa, lumpiat moromanit, lopias eme, lembetue lombiato, lombituko gula, takule, bainang  sulapa, pulirang, taning, balireng, nggalaboa  (S ulawesi), baknil, kasluir, haurela pasaki, taulela pasaki, ifel emroro, malibi totofuo, balibi totofuko, taufo (Maluku).
Kandungan Gizi pada belimbing manis yaitu Energi (kal) 36, Protein (g) 0,40, Lemak (g) 0,40, Karbohidrat (g) 8,80, Kalsium (mg) 4,00, Fosfor (mg)12,00, Zat besi (mg)1,6, Vit A (Si) 170,00, Vit B1 (mg) 0,03, Vit C (mg)35,00, Air (g) 90,00, Serat (g) 0,90, Bagian yang bisa dimakan 86,00.
Buah  belimbing  manis  dapat  berkhasiat  sebagai  antiinflamasi,  analgesik  dan  diuretik. Kegunaan dari buah belimbing manis adalah digunakan sebagai obat batuk, demam, kencing manis, kolesterol tinggi dan sakit tenggorokan. Jus  belimbing  manis  merupakan  salah satu  bahan  alami  yang  dapat  digunakan sebagai obat. Salah satu khasiat yang dimiliki jus  belimbing  manis  adalah  sebagai  obat hipertensi. Kandungan dalam buah belimbing manis  yang tinggi    kadar    kalium    dapat berfungsi melancarkan  produksi air seni  (diuresis) sehingga   dapat   digunakan   sebagai   alternatif pengobatan hipertensi. Selain itu
.