Sunday, 25 February 2018

MENJAGA KEBERSIHAN HATI UNTUK SETIAP UMAT MUSLIM



MENJAGA KEBERSIHAN HATI UNTUK SETIAP

UMAT MUSLIM

“Ketahuilah, di dalam jasad manusia ada suatu mudghah (segumpal daging). Apabila kondisinya baik, maka akan baik pula jasad. Namun jika kondisinya jelek, maka akan jelek pula jasad. Ketahuilah, mudghah itu adalah hati”
(HR. Muslim).
Seseorang yang memiliki hati yang sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benarbenar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih. Orang yang paling beruntung adalah orang yang memiliki hati yang sehat, karena dengan hati yang sehat, ia akan dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, ia akan semakin mengenal Allah Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud di hadapan Allah SWT. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin  rendah hati.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak saja berupa jasmani atau pisik, tetapi juga berupa rohani atau jiwa. Bahkan kedudukan rohani atau jiwa ini, menempati proporsi utama atau memiliki nilai plus dibanding kedudukan jasmani atau pisik. Kenapa demikian? Karena biasanya yang menentukan gerak aktivitas manusia seharihari justeru ditentukan oleh dorongan dari dalam, yang dalam hal ini adalah rohani atau jiwa. Inilah sebenarnya faktor yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Segala usaha, aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan seseorang, merupakan implikasi dari dorongan jiwanya yang dipertimbangkan oleh akal pikiran. Berbeda dengan binatang. Semua gerakgerik aktivitas kehidupan binatang, pada dasarnya digerakkan kekuatan insting semata, tidak disertai oleh suatu pertimbangan akal pikiran atau perasaan.
Rohani atau jiwa, adalah komponen kehidupan manusia yang sangat vital, dan ia merupakan anugerah Allah yang amat berharga, dan oleh karenanya kita dituntut agar mampu memeliharanya dari berbagai macam kotoran rohani, sehingga rohani kita tetap bersih dan suci, serta kita mampu menjaga dan memelihara jiwa kita dari berbagai serangan penyakit jiwa, sehingga jiwa kita tetap sehat dan kuat. Apabila rohani atau jiwa kita bersih dan sehat, ia akan mengarahkan prilaku lahiriyah kita, keperbuatan yang baik dan terpuji. Sebaliknya, apabila rohani atau jiwa kita kotor dan sakit, maka kotorannya akan membekas dan melekat pada setiap prilaku tindakan kita, sehingga cenderung berbuat kemungkaran dan malapetaka.

Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaan atas orangorang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan syetan itu hanyalah atas orangorang yang mengangkatnya sebagai pemimpin dan orang yang suka menyekutukannya dengan Allah” (QS. AnNahl 99100)
Didalam menempuh perjalanan hidup dan kehidupan ini, kita memang tak pernah sunyi dari berbagai rintangan, halangan dan tantangan. Terkadang jiwa kita tegar menghadapinya, namun terkadang pula jiwa kita tidak mampu membendung kuatnya arus kemaksiatan dan kedzaliman, sehingga jiwa kita terpengaruh oleh petualangan realitas hidup duniawi yang cenderung menjerumuskan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan Syetan untuk menyebarkan virusvirus kejahatannya. Oleh karena itu, agar jiwa kita tetap bersih, sehat dan kuat, maka kita harus memeliharanya dengan baik.
Ketahuilah, orang yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan berguncang walaupun ombak dan badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati.

“Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya” (QS. AlBaqarah ayat 286)
Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang Allah. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallaah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat jiwa dan raga untuk menjaga kebersihan hati, karena kebersihan hati adalah kunci kesehatan jiwa.
semoga kita mampu menjaga dan memelihara kesehatan jiwa kita dengan banyak beribadah dan beramal shaleh. Semoga Allah SWT. melindungi kita semua dari berbagai penyakit jiwa, yang virusnya dibawa dan disebarkan oleh Setan. Aamiin




Baca Juga: Iman dan Amal Shaleh  

0 comments:

Post a Comment