KEUTAMAAN ILMU BAGI UMAT MUSLIM
“Niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang
yang berilmu pengetahuan itu, beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadalah ayat 11)
Islam tak
bosan-bosannya menganjurkan kepada pengikutnya, agar selalu menuntut ilmu. Betapa
mulianya ilmu, betapa utamanya ilmu, sehingga pantaslah kiranya, Allah menurunkan
wahyu-Nya yang pertama kepada Rasulullah SAW. dengan kata iqra’, bacalah, karena dari kata iqra’ inilah
terpancar benih-benih ilmu yang mengilhami manusia kepada kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang di Ridhai oleh
Allah SWT.
Melalui
ilmulah kita mampu membaca dan menulis. Dengan ilmulah kita mampu berhitung.
Dengan ilmulah kita mampu memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk kemanfaatan
manusia. Dengan ilmulah kita mampu menjelajahi alam semesta ini dan menyingkap
rahasia yang terkandung di dalamnya. Pendeknya ilmu, termasuk teknologi di
dalamnya, akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam arti yang seluas-luasnya
kepada kita, manusia.
Betapa
pentingnya ilmu ini, sampai-sampai Rasulullah SAW. menilai bahwa sukses
tidaknya seseorang dalam mengarungi bahtera hidup ini, ditentukan oleh kualitas
dan keluasan ilmu yang dimilikinya.
Rasulullah
SAW. bersabda : “Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, maka ia
wajib menuntut ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki kenikmatan hidup di
akhirat, maka ia harus menuntut ilmu. Dan barang siapa menghendaki kebahagiaan
keduanya (dunia dan akhirat), maka ia mesti menuntut ilmu”
Begitulah
betapa pentingnya menuntut ilmu. Dan karena saking pentingnya menuntut
ilmu ini, sehingga Allah
mensejajarkan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu dengan orang-orang yang
beriman dengan memberinya beberapa derajat kemuliaan. Manusia diciptakan lebih
sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Kesempurnaan
manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya tersebut adalah dengan dengan
pemberian akal pikiran dalam penciptaannya. Akal inilah yang dapat membedakan
manusia dari makhluk lainnya. Dengan akal itu Allah SWT telah memuliakan
manusia, mengangkat derajatnya dengan derajat yang tinggi. Akal adalah alat
untuk berpikir, Allah SWT menjadikan akal sebagai sumber tempat bermula dan
dasar dari ilmu pengetahuan.
Allah
SWT berfirman dalam QS. Al-Jastiyah ayat 3-5: “Sesungguhnya pada langit dan
bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang
beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang
bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum
yang meyakini. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan
Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah
matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang berakal”
Di
dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa dalam setiap ciptaan Allah terdapat ilmu
pengetahuan yang akan menunjukkan tanda-tanda Kebesaran Allah kepada manusia.
Untuk menggali dan mendapatkan pengetahuan itu manusia harus menggunakan akal
pikiran yang telah dianugerahkan kepadanya. Dalam hal ini wahyu dan akal saling
mendukung dan melengkapi untuk mendapatkan tanda-tanda Kekuasaan Allah.
Agama
Islam datang dengan memuliakan sekaligus mengaktifkan kerja akal serta
menuntutnya kearah pemikiran Islam yang rahmatun lil’alamin. Manusia harus dapat menggunakan kecerdasan
yang dimilikinya untuk kesejahteraan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
Akal
sebagai dasar dari ilmu pengetahuan memberikan kemampuan kepada manusia untuk
membedakan antara yang baik dan yang buruk dan dapat memberikan argumen tentang
kepercayaan dan keberagamaannya. Dengan kemampuan akal untuk berpikir ini
manusia mampu menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan agamanya.
Kalau
hanya menuntut ilmu semata, apalagi kalau hanya ilmu-ilmu keduniaan, tentu saja
belumlah cukup. Menuntut ilmu keduniaan (umum), hendaknya diimbangi pula dengan
menuntut ilmu agama, ilmu-ilmu keIslaman. Sebab agama Islam yang kita anut,
tidak cukup hanya diimani semata, tetapi ia harus kita ilmui, dalam arti kita
gali dan pelajari, kita hayati dan kita amalkan, serta kita da’wahkan untuk
mengembangkan risalah Islam ke tengah-tengah
masyarakat.
Terdapat
5 (lima) keutamaan ilmu pengetahuuan dibandingkan dengan harta kekayaan:
1. Ilmu
apabila disebarkan menjadi semakin banyak, sedangkan harta apabila disebarkan
semakin sedikit
2. Ilmu
tidak bisa dicuri, sedangkan harta bisa dicuri
3. Ilmu
tidak memerlukan ruangan khusus untuk menyimpannya, sedangkan harta memerlukan
tempat khusus
4. Ilmu
bisa menolong pemiliknya dari ancaman atau gangguan pihak lain, sedangkan harta
memerlukan pertolongan pemiliknya dari gangguan atau ancaman pihak lain
5. Ilmu
merupakan pembawa keselamatan, sedangkan harta dapat membawa malapetaka
Mengingat
betapa penting dan utamanya ilmu bagi kehidupan kita, makamarilah kita
bersama-sama untuk meningkatkan usaha-usaha di dalam menuntut ilmu Marilah kita
manfaatkan semaksimal mungkin sarana-sarana
sekolah, pondok pesantren,
lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti diklat, kursus dan
sebagainya, dan tak terkecuali juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan
kita untuk menimba ilmu, seperti di masjid-masjid, musholla, di rumah guru/ustadz,
di majelis ta’lim atau di tempat pengajian, dan sebagainya. Ingatlah bahwa
menuntut ilmu itu tidak mengenal usia, tak mengenal waktu dan tak mengenal
tempat. Menuntut ilmu itu dapat dilakukan sepanjang masa/seumur hidup. Selama
kita masih bisa bernapas, selama itu pula kita wajib menuntut ilmu








0 comments:
Post a Comment