Tuesday, 20 February 2018

Keutamaan Ilmu Bagi Umat Islam



KEUTAMAAN ILMU BAGI UMAT MUSLIM


“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu, beberapa derajat”. (QS. Al-Mujadalah ayat 11)

Islam tak bosan-bosannya menganjurkan kepada pengikutnya, agar selalu menuntut ilmu. Betapa mulianya ilmu, betapa utamanya ilmu, sehingga pantaslah kiranya, Allah menurunkan wahyu-Nya yang pertama kepada Rasulullah SAW. dengan kata  iqra’, bacalah, karena dari kata iqra’ inilah terpancar benih-benih ilmu yang mengilhami manusia kepada kehidupan yang  lebih baik, kehidupan yang di Ridhai oleh Allah SWT.
Melalui ilmulah kita mampu membaca dan menulis. Dengan ilmulah kita mampu berhitung. Dengan ilmulah kita mampu memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk kemanfaatan manusia. Dengan ilmulah kita mampu menjelajahi alam semesta ini dan menyingkap rahasia yang terkandung di dalamnya. Pendeknya ilmu, termasuk teknologi di dalamnya, akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam arti yang seluas-luasnya kepada kita, manusia.
Betapa pentingnya ilmu ini, sampai-sampai Rasulullah SAW. menilai bahwa sukses tidaknya seseorang dalam mengarungi bahtera hidup ini, ditentukan oleh kualitas dan keluasan   ilmu  yang  dimilikinya.

Rasulullah SAW. bersabda : “Barang siapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, maka ia wajib menuntut ilmu. Dan barang siapa yang menghendaki kenikmatan hidup di akhirat, maka ia harus menuntut ilmu. Dan barang siapa menghendaki kebahagiaan keduanya (dunia dan akhirat), maka ia mesti menuntut ilmu”
Begitulah betapa pentingnya menuntut ilmu. Dan karena saking pentingnya menuntut ilmu  ini, sehingga Allah mensejajarkan orang-orang yang berilmu pengetahuan itu dengan orang-orang yang beriman dengan memberinya beberapa derajat kemuliaan. Manusia diciptakan lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Kesempurnaan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya tersebut adalah dengan dengan pemberian akal pikiran dalam penciptaannya. Akal inilah yang dapat membedakan manusia dari makhluk lainnya. Dengan akal itu Allah SWT telah memuliakan manusia, mengangkat derajatnya dengan derajat yang tinggi. Akal adalah alat untuk berpikir, Allah SWT menjadikan akal sebagai sumber tempat bermula dan dasar dari ilmu pengetahuan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jastiyah ayat 3-5: “Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini. Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal”
Di dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa dalam setiap ciptaan Allah terdapat ilmu pengetahuan yang akan menunjukkan tanda-tanda Kebesaran Allah kepada manusia. Untuk menggali dan mendapatkan pengetahuan itu manusia harus menggunakan akal pikiran yang telah dianugerahkan kepadanya. Dalam hal ini wahyu dan akal saling mendukung dan melengkapi untuk mendapatkan tanda-tanda Kekuasaan Allah.
Agama Islam datang dengan memuliakan sekaligus mengaktifkan kerja akal serta menuntutnya kearah pemikiran Islam yang rahmatun lil’alamin.  Manusia harus dapat menggunakan kecerdasan yang dimilikinya untuk kesejahteraan hidupnya baik di dunia maupun  di akhirat.
Akal sebagai dasar dari ilmu pengetahuan memberikan kemampuan kepada manusia untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk dan dapat memberikan argumen tentang kepercayaan dan keberagamaannya. Dengan kemampuan akal untuk berpikir ini manusia mampu menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan agamanya.
Kalau hanya menuntut ilmu semata, apalagi kalau hanya ilmu-ilmu keduniaan, tentu saja belumlah cukup. Menuntut ilmu keduniaan (umum), hendaknya diimbangi pula dengan menuntut ilmu agama, ilmu-ilmu keIslaman. Sebab agama Islam yang kita anut, tidak cukup hanya diimani semata, tetapi ia harus kita ilmui, dalam arti kita gali dan pelajari, kita hayati dan kita amalkan, serta kita da’wahkan untuk mengembangkan risalah Islam  ke tengah-tengah masyarakat.
Terdapat 5 (lima) keutamaan ilmu pengetahuuan dibandingkan dengan harta kekayaan:
1.   Ilmu apabila disebarkan menjadi semakin banyak, sedangkan harta apabila disebarkan semakin sedikit
2.      Ilmu tidak bisa dicuri, sedangkan harta bisa dicuri
3.      Ilmu tidak memerlukan ruangan khusus untuk menyimpannya, sedangkan harta memerlukan tempat khusus
4.   Ilmu bisa menolong pemiliknya dari ancaman atau gangguan pihak lain, sedangkan harta memerlukan pertolongan pemiliknya dari gangguan atau ancaman pihak lain
5.    Ilmu merupakan pembawa keselamatan, sedangkan harta dapat membawa malapetaka
Mengingat betapa penting dan utamanya ilmu bagi kehidupan kita, makamarilah kita bersama-sama untuk meningkatkan usaha-usaha di dalam menuntut ilmu Marilah kita manfaatkan semaksimal mungkin sarana-sarana  sekolah,  pondok  pesantren,  lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti diklat, kursus dan sebagainya, dan tak terkecuali juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan kita untuk menimba ilmu, seperti di masjid-masjid, musholla, di rumah guru/ustadz, di majelis ta’lim atau di tempat pengajian, dan sebagainya. Ingatlah bahwa menuntut ilmu itu tidak mengenal usia, tak mengenal waktu dan tak mengenal tempat. Menuntut ilmu itu dapat dilakukan sepanjang masa/seumur hidup. Selama kita masih bisa bernapas, selama itu pula kita wajib menuntut ilmu

0 comments:

Post a Comment