Thursday, 15 March 2018

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA


TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA



“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada"Ku.” (Adz"Dzariyat: 56).
Dari ayat tersebut jelaslah bahwa kita diciptakan untuk suatu tujuan yang besar dan sangat mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin memuliakan hamba-hambanya, yang mewujudkan tujuan penciptaan dirinya, yaitu beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membutuhkan hal itu sedikitpun dari hamba-hambanya. Akan tetapi ibadah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada kita adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Ketahuilah, bahwa kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan semata untuk hidup di dunia, bukan pula untuk sekedar makan dan minum. Apalagi berfoya"foya untuk memenuhi setiap keinginan hawa nafsu kita.

Asy"Syaikh Abdurrahman As"Sa’di dalam Tafsir"nya menyebutkan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala (di dalam ayat ini) berkata: ‘Memujilah kalian kepada Rabb kalian atas diutusnya Nabi yang ummi ini, yang berasal dari kalangan Arab, yang memberi kabar gembira dan peringatan serta menjadi saksi atas amalan yang dilakukan oleh umat ini. Bersyukurlah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan syukurilah nikmat yang besar ini dengan menaati utusan"Nya, dan janganlah sekali"kali kalian mengkufuri nikmat ini dengan tidak mau menaati Rasul yang diutus kepada kalian sehingga kalian seperti Fir’aun. Ketika Musa bin ‘Imran diutus kepada Fir’aun dan mengajaknya kepada agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada"Nya, dia tidak mau beriman kepada Musa, bahkan bermaksiat kepadanya. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih. Oleh karena itu, barangsiapa ingin mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat, selamat dari siksa"Nya dan mendapatkan surga"Nya, tidak lain caranya dengan beribadah hanya kepada"Nya dan mengikuti petunjuk Rasul"Nya.

“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul"Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai"sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul"Nya serta melanggar ketentuan"ketentuan"Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (An"Nisa`: 13-14)
Dengan demikian jelaslah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan sebab kebahagiaan seseorang di dunia dan di akhirat adalah dengan menaati Allah dan Rasul"Nya. Sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kecelakan serta kebinasaan seseorang di dunia dan di akhirat adalah karena bermaksiat terhadap Allah dan Rasul"Nya. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk meraih janji Allah, untuk mendapatkan berbagai kenikmatan di surga"Nya dan dijauhkan dari siksa neraka, yaitu dengan mengisi kesempatan hidup di dunia ini dengan beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikuti petunjuk Rasul" Nya.

Kehidupan di dunia ini adalah suatu perjalanan yang menghantarkan pada kehidupan yang sesungguhnya di akhirat. Dunia adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat pembalasan. Maka janganlah kehidupan dunia ini melupakan kita dari kehidupan akhirat. Gunakan nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepada kita di dunia ini untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat nanti. Karena sesungguhnya karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik yang di langit maupun yang di bumi, semua itu telah Allah Subhanahu wa Ta’ala tundukkan untuk manusia sebagai sarana untuk beribadah kepada"Nya. Janganlah kita menjadi orang yang menyesal di akhirat nanti.


0 comments:

Post a Comment