SEGERALAH BERTAUBAT
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sunga”
(QS:At-Tahriim | Ayat: 8)
Akhir-akhir ini, banyak orang yang jauh dari agama Allah, maksiat merata dan kerusakan melanda sehingga hampir tidak ada satu pun manusia kecuali telah dilumuri oleh berbagai noda dosa dan maksiat, selain orang yang Allah jaga. Akan tetapi, Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci, sehingga banyak orang yang sadar dari kelalaiannya dan bangun dari tidurnya. Mereka menyadari sikapnya selama ini yang jauh dari jalan yang lurus; jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, jalan para nabi, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Merekapun pergi menuju menara taubat, sedangkan yang lain sudah mulai bosan dengan hidupnya dan berangkatlah mereka bersama-sama untuk keluar dari kegelapan kepada cahaya.
Taubat adalah kembali kepada ketaatan setelah sebelum berbuat maksiat. Dan taubat memiliki 3 syarat. Salah satu dari tiga hal ini terluput, maka taubat seseorang tidak diterima.
Pertama: Berhenti dari dosa yang ditaubati. Tandanya adalah dengan sesegera mungkin melepaskan diri dari perbuatan tersebut.
Kedua: Menyesal karena telah melakukannya. Tanya dengan merasa bersedih atas apa yang telah dilakukan
Ketiga: bertekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. Tandanya adalah dengan merenungi apa yang telah ia lakukan, kemudian berusaha sekuat tenaga untuk memperbaikinya di masa mendatang
Jika perbuatan dosa itu berkaitan dengan hak seorang anak Adam. Maka ada syarat yang keempat. Yaitu mengembalikan hak orang yang dizalimi atau memintanya untuk memaafkannya. Jika di masa sebelumnya Anda menyia-nyiakan penunaian ibadah. Atau suatu perbuatan dosa yang membuatmu bersedih apabila mengingatnya. Maka bertaubatlah kepada Allah. Jangan tunda-tunda lagi taubat Anda. Ketahuilah, taubat itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya, walaupun itu dosa besar. Dan Allah Maha menerima taubat dan Maha Penyayang. Bersegeralah bertaubat kepada Allah sebelum pintu taubat itu tertutup. Dan Allah juga tidak menerima taubat seseorang yang nyawanya sudah sampai tenggorokan.
“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 18).
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa bertaubat kepada-Nya, karena kita disadari atau tidak kita senantiasa berbuat dosa. Dan semoga Allah menerima taubat dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita.








0 comments:
Post a Comment